<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274</id><updated>2011-04-21T19:30:59.877-07:00</updated><title type='text'>Catatan Haidir Anwar Tanjung</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-5505321912436820990</id><published>2009-05-04T00:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:33:05.149-07:00</updated><title type='text'>Antasari Oh,,,Antasari</title><content type='html'>Sejak kasus Antasari Azhar mencuat ke permukaaan soal duguaan ‘jatuh ke selangkangan wanita’, akupun teringat nostalgia saat melakukan wawancara kepadanya. Aku lupa kapan wawancara itu dilakukan, yang jelas hasil wawancara aku di muat di majalah TRUST, ya mungkin era tahun 2004 silam. Yang jelas, saat itu Antasari menjabat Wakil Kejati Riau. Berikut laporannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara Korps Baju Cokelat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuat setelah menangani kasus Tommy Soeharto, kini Antasari Azhar ditunjuk menjadi Kapuspenkum Kejaksaan Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Yus Ariyanto dan Chaidir Anwar (Riau)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRIA jangkung ini tak perlu berlama-lama di Riau. Pada 30 April lalu, ia dilantik menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Riau. Eh, dua pekan silam, ia mesti balik ke “markas besar” lagi, menggantikan Barman Zahir sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung. Ia adalah Antasari Azhar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski singkat, Antasari meninggalkan Riau dengan “kenangan publik’ pada berlarut-larutnya upaya pemeriksaan Bupati Kepulauan Riau Huzrin Hood, tersangka kasus korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepulauan Riau senilai Rp 87,2 miliar. Kita tahu, Huzrin sempat menampik tiga kali panggilan Kajati Riau. Ia mangkir dengan aneka dalih. Misalnya, pada panggilan kedua pada 22 Oktober 2002, ia mengaku harus mengikuti Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional di Jakarta. Pada 17 Desember lalu, Huzin akhirnya memenuhi panggilan Kajati Riau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kelambanan penanganan kasus itu tak bisa sepenuhnya dibebankan di bahu Antasari. Tapi, sebagai orang nomor dua di Kajati Riau, lelaki yang gemar boling ini tentu tak bisa mengelak juga dari tanggung jawab. Menanggapi hal ini, Antasari berkata, “Buktinya Huzrin berhasil kita periksa. Kok dibilang gagal,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lebih jauh, Antasari melihat, selama ini apa pun yang dikerjakan kejaksaan selalu mencuatkan opini negatif. Melihat gejala ini, ia mengaku bingung juga. Padahal, menurut dia, kejaksaan selalu berbenah dan melakukan introspeksi diri. “Ya, mungkin hal itu terjadi karena di era reformasi, semua berhak mengeluarkan pendapat. Dalam hal ini, kita mulai melakukan pendewasaan demokrasi. Jadi, saya nilai, wajar saja kalau ada pendapat demikian. Yang penting, kami tetap pada komitmen menjalankan tugas,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kasus Huzrin Hood, sosok Antasari juga ramai dipergunjingkan ketika Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto buron. Sialnya, ia disebut-sebut dengan nada miring. Saat itu, lelaki kelahiran Pangkal Pinang tersebut menjabat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan yang bertanggung jawab atas eksekusi Tommy. &lt;br /&gt;Persisnya, Antasari dianggap lamban dalam menindaklanjuti penolakan Presiden Abdurrahman Wahid atas permohonan grasi yang diajukan Tommy. Berdasarkan penolakan itu, pihak kejaksaan mesti mengeksekusi putusan kasasi Mahkamah Agung yang mengganjar 18 bulan penjara buat Tommy dalam kasus tukar guling tanah Bulog dan PT Goro Batara Sakti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Sejak 4 November 2000, Tommy dinyatakan buron. Antasari kontan menuai kecaman. Tak kurang, Jaksa Agung saat itu Marzuki Darusman menyatakan, kinerja Antasari mengecewakan. Menurut Marzuki, “Tentunya ada masalah-masalah yang terjadi pada diri Antasari dengan kemungkinan faktor-faktor rintangan. Apakah benar-benar karena kesulitan atau dibuat-buat,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika TRUST mengungkit ingatan pada kasus Tommy, Antasari mengatakan, hal itu tak bisa dilepaskan dengan sejumlah faktor lain. Misalnya, ketika mengolah perkara Tommy di tingkat kasasi, Mahkamah Agung tak melakukan upaya penahanan. Karena itu, ketika kejaksaan hendak mengeksekusi, putra bungsu Soeharto itu punya peluang untuk menghindari hukuman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antasari mengaku telah melakukan upaya antisipasi, yaitu dengan meminta pencekalan Tommy ke pihak imigrasi. Itu yang menyebabkan Antasari berkeyakinan, Tommy masih berada di Indonesia saat buron. Namun, memang dibutuhkan waktu cukup panjang untuk mencokoknya. Sebab, “Kita mencarinya di antara 200 juta rakyat Indonesia,” ujar pria yang pernah menjadi demonstran saat kuliah di Universitas Sriwijaya Palembang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelelahan dan diteror &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, kasus Tommy tersebut demikian melelahkan Antasari. Yang pasti, ia tak leluasa berkumpul bersama keluarga. Saat itu, ia jarang pulang ke rumah. Tapi, “Saya memberikan pengertian kepada mereka, bahwa inilah tugas. Alhamdulillah, mereka sangat memahami,” kata ayah dua putri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, bukan cuma kelelahan. Teror pun sempat mampir sebagai buntut kasus Tommy Soeharto. Pada 21 Juli 2001, Hakim Agung dan Ketua Muda Mahkamah Agung bidang Hukum Pidana Umum, M. Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh. Semasa hidupnya, Syafiuddin banyak menangani kasus penting. Salah satunya adalah kasasi Tommy Soeharto. Beberapa hari kemudian, sebuah telepon gelap masuk ke rumah Antasari. Saat itu yang menerima adalah salah seorang putrinya. Si penelepon menyatakan, “Ini hakimnya sudah mati, tinggal jaksa dan kajari,”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Telepon teror dilancarkan pula ke kantor Antasari. Si penelepon berujar, “Saya tahu kajari memakai Kijang, sekarang ada di (Hotel) Century. Siapkan bendera kuning karena korban sebentar lagi dijemput di Century.” Selain via telepon, teror juga berlangsung dengan dikuntitnya mobil Antasari oleh mobil Toyota Hardtop. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 7 Agustus 2001, polisi menangkap dua tersangka utama pembunuh Syafiuddin, Noval dan Mulawarman. Tersingkaplah kemudian bahwa memang Tommy yang berada di balik pembunuhan keji tersebut. Dan, pada 28 November 2001, giliran Tommy tertangkap. Gertakan bahwa jaksa dan kajari tinggal menunggu giliran pun tak terlaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak, sebagai Kapuspenkum, Antasari mungkin bisa lepas dari ancaman-ancaman seperti itu. Di posisinya itu, ia bakal amat kerap berhubungan dengan para “kuli disket,” dan tak menangani perkara. Melihat jejak kariernya, ini bukan pengalaman pertama. Toh, ia pernah menjadi Kepala Bidang Hubungan Media Massa Kejaksaan Agung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Kapuspenkum, Antasari mengatakan, ingin terus membina proses kemitraan kejaksaan dengan para wartawan. Ia menghendaki, wartawan bisa seperti seorang jaksa. Artinya, si wartawan bisa mencermati sebuah kasus mulai dari proses penyidikan sampai tuntutan. Ini semata-mata demi memudahkan pembaca dalam memahami kasus yang diberitakan. Sebaliknya, “Saya juga ingin seorang jaksa seperti wartawan yang haus informasi,” kata Antasari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pribadi, Antasari mengaku memulai hari-harinya dengan menyerap informasi yang disajikan surat kabar.”Membaca surat kabar adalah sarapan pertama saya. Setelah itu, baru saya sarapan beneran... ha-ha-ha,” ujar suami Ida Laksmi Wati itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-5505321912436820990?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/5505321912436820990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=5505321912436820990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/5505321912436820990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/5505321912436820990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2009/05/antasari-ohantasari.html' title='Antasari Oh,,,Antasari'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-409373688261407107</id><published>2008-06-25T04:14:00.000-07:00</published><updated>2008-06-25T04:18:32.754-07:00</updated><title type='text'>HORAS...HORAS...HORAS....</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-409373688261407107?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/409373688261407107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=409373688261407107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/409373688261407107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/409373688261407107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/horashorashoras.html' title='&lt;marquee&gt;HORAS...HORAS...HORAS....&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-3364121115681122966</id><published>2008-06-25T03:36:00.000-07:00</published><updated>2008-06-25T03:47:41.283-07:00</updated><title type='text'>Nasib Macanku yang Malang ........</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGIhQWUQKsI/AAAAAAAAAC0/Tk0zTUIbXSA/s1600-h/h8[1].JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215767883200604866" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGIhQWUQKsI/AAAAAAAAAC0/Tk0zTUIbXSA/s400/h8%5B1%5D.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Raja Hutan di Riau terus saja diburu. Organ tubuhnya, seperti taring, kulit di jual bebas di sejumlah toko emas di Pekanbaru. Kasian ya,,,si belang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGIhQeVbshI/AAAAAAAAAC8/wLSn_O1dmSE/s1600-h/h7[1].JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215767885353038354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGIhQeVbshI/AAAAAAAAAC8/wLSn_O1dmSE/s400/h7%5B1%5D.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nasib Harimau Sumetara terus terancam punah....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-3364121115681122966?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/3364121115681122966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=3364121115681122966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/3364121115681122966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/3364121115681122966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/nasib-macam.html' title='Nasib Macanku yang Malang ........'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGIhQWUQKsI/AAAAAAAAAC0/Tk0zTUIbXSA/s72-c/h8%5B1%5D.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-2209122808842846540</id><published>2008-06-25T03:09:00.000-07:00</published><updated>2008-06-25T03:29:48.886-07:00</updated><title type='text'>TANPA BEER, MANTRA SUTARDJI MASIH MEMUKAU</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGIdLGzR8wI/AAAAAAAAACM/429xcci1I4g/s1600-h/tardji.jpg"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215763395089920770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGIdLGzR8wI/AAAAAAAAACM/429xcci1I4g/s400/tardji.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Tanpa Beer, Mantra Sutardji Masih Memukau&lt;br /&gt;Oleh : Chaidir Anwar Tanjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekanbaru,Meskipun tanpa Beer seperti kebiasaannya, Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, tetap tampil prima dalam membacakan sajak meskipun dusianya sudah mencapai 67 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gaya yang khas, parau dan bergetar, namun lompatan-lompatan ucapannya tetap bening, memukau ratusan penonton. Kata demi kata yang dibacanya sebanyak 30 judul dalam kumpulan sajak terbarunya “Atau Ngit Cari Agar’’ setelah “O,Amuk, Kapak”, telah menghanyutkan alam fikiran dan ijinasi penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang sederhana, tiba-biba menjadi sesuatu yang asing. Bunyi yang meloncat-loncat dari mulut Sutardji, tidak hanya sekadar kumpulan huruf dengan beribu beban makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Bagaimana pun aku warga negara kata.Tanah airku bahasa.Tetapi kata-kata sudah mengungsi. Dan aku kehilangan negara,” kata Sutardji dalam sajak “Taman’’ yang dibacakan pada acara puncak “Bulan Sutardji” yang gelar Dewan Kesenian Riau (DKR), Rabu (24/06/2008) di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru. Pembacaan sajak Sutardji Calzoum Bachri saja berlangsung 1,5 jam lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, panitia juga meluncurkan buku perjalanan kreatifitas Sutardji yang ditulis beberapa tokoh budayawan di Riau seperti Abdul Hadi WM, Yusmar Yusuf, Taufik Ikram Jamil, Ridak K Liamsi.. Bahkan DKR, juga memberikan saguh hati Rp. 100 juta kepada penyair kelahiran Rengat- Riau, 24 Juni 1941, dan menyerahkan pemenang lomba, baca puisi, cerpen karya-karya Sutardji Calzoum Bachri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum DKR Eddy Akhmad RM mengatakan, hal ini merupakan salah satu cara memberikan penghargaan, kepada sosok Sutardji, sebagai tokoh pembaharuan kesusatraan Indonesia. Ia merupakan satu-satunya orang Riau, bahkan satu-satunya orang Indonesia pasca Chairil Anwar, yang berhasil menyentak kebekuan sastra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang lebih menarik, karya-karya Sutardji, pembaharuan apapun yang dilakukannya, tetap bersandar pada akar kulutrnya yaitu Melayu. Inilah yang membedakannya dengan penyair lain termaksuk Chairil Anwar,’’ tegas Eddy Akhmad RM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, dirinya tak kurang dengan Dami N Toda, yang mengibaratkan, Chairil Anwar sebagai mata kanan, dan Sutardji Calzoum Bachri sebagai mata kiri dalam perpuisian Indonesia. Sebab katanya, dilihat dari aspek apapun, karya-karya yang dihasilkan Sutardji, selalu menjadi gairah, semacam passion, tempat semua mata, harapan, hasrat kebesaran. Dirinya menjadi pusat kegamuman, dan selakigus sebuah atmospir yang berhasil menciptakan generasi baru yang penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi saya sepakat dengan Maman S Mahayana, Sutardji itu jauh lebih besar dari Chairil Anwar. Karena tidak saja mampu melahirkan pengucapan baru dalam setiap karyanya, juga telah menghancurkan pemahaman kita yang salah dalam memendang kebudayaan, yang selama ini diartikan sesuatu yang ontologis, yang guven, turun dari langit dan tak boleh diutak-atik,’’kata Eddy RM.&lt;br /&gt;Namun, Eddy RM membantah hal ini merupakan upaya mengkultuskan Sutardji Calzoum Bachri. Kegiatan ini, diharapkan menjadi spirit bagi orang Riau paling tidak punya rasa kebanggaan terhadap dirinya sendiri, dengan melahirkan karya-karya baru dan bermutu, dengan tetap bersandar dirahim ibu kebudayaanya yang bernama Melayu. “Walau penyair besar, takkan sampai sebatas Allah,’’ tutup Sutardji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-2209122808842846540?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/2209122808842846540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=2209122808842846540' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/2209122808842846540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/2209122808842846540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/tanpa-beer-mantra-sutardji-masih.html' title='TANPA BEER, MANTRA SUTARDJI MASIH MEMUKAU'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGIdLGzR8wI/AAAAAAAAACM/429xcci1I4g/s72-c/tardji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-3961778325572745208</id><published>2008-06-24T01:13:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T01:31:12.233-07:00</updated><title type='text'>Orang Rimba Susah Mencari Babi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCujCY2hMI/AAAAAAAAAB0/VKCamlL6SMo/s1600-h/IMG_6213.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCujCY2hMI/AAAAAAAAAB0/VKCamlL6SMo/s400/IMG_6213.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215360285454795970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCujRoqVDI/AAAAAAAAAB8/La_wYUgnMAo/s1600-h/IMG_6215.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCujRoqVDI/AAAAAAAAAB8/La_wYUgnMAo/s400/IMG_6215.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215360289547637810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCuj-xSWdI/AAAAAAAAACE/X1lE2usmFRQ/s1600-h/IMG_6217.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCuj-xSWdI/AAAAAAAAACE/X1lE2usmFRQ/s400/IMG_6217.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215360301663410642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Orang Rimba di Riau..........Mereka mengaku sekarang ini susah mencari babi hutan untuk mereka makan. Ini gara-gara aktivitas perambahan hutan, sehingga babi pun susah didapat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-3961778325572745208?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/3961778325572745208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=3961778325572745208' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/3961778325572745208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/3961778325572745208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/orang-rimba-sudah-mencari-babi.html' title='Orang Rimba Susah Mencari Babi'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCujCY2hMI/AAAAAAAAAB0/VKCamlL6SMo/s72-c/IMG_6213.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-9178384999645489285</id><published>2008-06-24T00:59:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T01:09:34.648-07:00</updated><title type='text'>Maaf ......Ini Bukan Pornografi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCrL3M5_pI/AAAAAAAAABs/zpqjv4hBu3s/s1600-h/IMG_6263.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCrL3M5_pI/AAAAAAAAABs/zpqjv4hBu3s/s400/IMG_6263.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215356588780027538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Yang liat foto ini jangan lantas mikir kalau ini bagian dari pornografi. Foto itu dijepret saat liputan di Taman Nasional Bukit Tigapulu (TNBT) yakni suku Talang Mamak. Perempuan suku Talang Mamak kesehariannya memang bertelanjang dada. Urusan sekitar dada ini baru akan mereka tutup kalau ada orang di luar komonitas mereka.  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-9178384999645489285?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/9178384999645489285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=9178384999645489285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/9178384999645489285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/9178384999645489285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/maaf-ini-bukan-pornografi.html' title='Maaf ......Ini Bukan Pornografi'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCrL3M5_pI/AAAAAAAAABs/zpqjv4hBu3s/s72-c/IMG_6263.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-3243656455897634419</id><published>2008-06-24T00:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T00:58:16.483-07:00</updated><title type='text'>Kenangan Bersama Wartawan KOMPAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCnx5UuHbI/AAAAAAAAABc/fzfu-1kN4Vc/s1600-h/IMG_6284.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCnx5UuHbI/AAAAAAAAABc/fzfu-1kN4Vc/s400/IMG_6284.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215352844138192306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Waktu liputan ke Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di Riau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hanya satu cewek yang ikut ke dalam hutan. Dia dalah Neli Triana waktu masih bertugas di Riau tahun 2005 silam. Ini foto usai makan malam di Dusun Datai Tuo di tengah hutan rimba. Rumah itu milik Ketua Adat suku Talang Mamak&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCnyNzWvxI/AAAAAAAAABk/7lN5_UV8ems/s1600-h/IMG_6310.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCnyNzWvxI/AAAAAAAAABk/7lN5_UV8ems/s400/IMG_6310.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215352849635393298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto wartawan detikcom dan wartawan kompas ini lagi istirahat dalam perjalanan pulang dari Dusun Datai Tuo yang ditempuh dengan kapal motor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-3243656455897634419?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/3243656455897634419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=3243656455897634419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/3243656455897634419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/3243656455897634419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/kenangan-bersama-wartawan-kompas.html' title='Kenangan Bersama Wartawan KOMPAS'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCnx5UuHbI/AAAAAAAAABc/fzfu-1kN4Vc/s72-c/IMG_6284.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-6008927750869618654</id><published>2008-06-24T00:38:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T00:49:17.551-07:00</updated><title type='text'>Liputan ke Hutan TNBT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCltiul8gI/AAAAAAAAABU/lFgWBU362Zg/s1600-h/IMG_6220.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCltiul8gI/AAAAAAAAABU/lFgWBU362Zg/s400/IMG_6220.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215350570329960962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ini foto lagi liputan ke Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di Riau. Uuh.... liputan ini melelahkan, karena harus ditempuh dengan sepeda &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;motor menyusuri TNBT plus berjalan kaki. Waktu sampai di tengah hutan, ketemu dengan Orang Rimba yang masih primitive.&lt;/span&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Bertemunya dengan Orang Rimba ini, menghapus semua kelelehan yang dirasakan. Jarang-jarang bisa ketemu mereka, makanya disempatkan foto bareng bersama teman-teman pendamping wartawan yakni LSM WARSI yang berpusat di Jambi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-6008927750869618654?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/6008927750869618654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=6008927750869618654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/6008927750869618654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/6008927750869618654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/liputan-ke-hutan-tnbt.html' title='Liputan ke Hutan TNBT'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SGCltiul8gI/AAAAAAAAABU/lFgWBU362Zg/s72-c/IMG_6220.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-2493052282812456691</id><published>2008-06-23T04:12:00.001-07:00</published><updated>2008-06-23T04:15:50.802-07:00</updated><title type='text'>Sudah Miskin Bodoh Pula</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SF-Fb7cA8PI/AAAAAAAAABE/GWzMAOOq31w/s1600-h/talang2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215033608376479986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SF-Fb7cA8PI/AAAAAAAAABE/GWzMAOOq31w/s400/talang2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SF-Fb-cpDJI/AAAAAAAAABM/PfQEQwHnuEc/s1600-h/talang3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215033609184414866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SF-Fb-cpDJI/AAAAAAAAABM/PfQEQwHnuEc/s400/talang3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat tradisional Talang Mamak di Riau, hingga kini pola hidupnya masih primitive. Mereka menyebar di hamparan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di wilayah Riau dan Jambi. Hidup dihutan belantara, tanpa ada akses jalan, tanpa pendidikan juga tidak tersedia faslitas kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, mereka juga sadar, bahwa mereka adalah kelompok masyarakat yang sangat jauh tertinggal di wilayah Indonesia ini. Mereka sebenarnya juga ingin layak hidup sebagaimana masyarakat lainnya. Mereka tidak ingin dibelenggu kebodohan. Tapi memang, sebuah UU lingkungan di negara ini memang ‘mengharamkan’ berdirinya fasilitas pendidikan formal di dalam kawasan taman nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan satu-satunya adalah, adanya sebuah kebijakan pemerintah menempatkan pendidikan non formal yang semestinya dijembatani para NGO. Kondisi itulah yang membuat hati Sidam Katak (70) ketua kelompok Talang Mamak di Dusun Datai Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tak ingin, anak dan cucu-cucunya buta huruf dan angka seperti yang mereka alami sekarang ini. Pak Katak ini, sadar dengan kebodohan yang terus memilit masyarakatnya, akan berdampak dengan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolonglah pak, sampaikan pada pemerintah, kami ini butuh pendidikan untuk masa depan generasi kami. Jangan biarkan kami ini terus terbelenggu dengan kebodohan dan kemiskinan," kata Katak kakek berkulit hitam berambut keriting itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-2493052282812456691?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/2493052282812456691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=2493052282812456691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/2493052282812456691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/2493052282812456691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/sudah-miskin-bodoh-pula.html' title='Sudah Miskin Bodoh Pula'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SF-Fb7cA8PI/AAAAAAAAABE/GWzMAOOq31w/s72-c/talang2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-269662600103308795</id><published>2008-06-23T01:43:00.000-07:00</published><updated>2008-06-23T01:51:08.926-07:00</updated><title type='text'>Maaf..Kami Tidak Kenal Presiden SBY</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SF9j1Kyx9II/AAAAAAAAAAw/o_kQdoOD3iY/s1600-h/SBY.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214996658599883906" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SF9j1Kyx9II/AAAAAAAAAAw/o_kQdoOD3iY/s400/SBY.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mungkin dianggap tenar karena sering nampil di sejumlah televisi. Tapi siapa bilang, kalau semua rakyat di negari ini mengenal sosok orang nomor satu itu. Lah buktinya, anak-anak suku pedalaman Talang Mamak di Kabupaten Ingradiri Hulu (Inhu) Riau, tidak mengenal SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun foto SBY mengenakan jas hitam terpampang di gubuk reot sekolah non formal di pedalaman Dusun Datai Tuo Kabupaten Inhu. Dalam foto itu SBY tersenyum. Tapi sayang, murid-murid di sekolah itu tidak mengenal sosok foto yang tergantung di dinding sekolah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sitor (12) adalah salah satu murid yang ada di sekolah Datai yang kini sekolah itu juga sudah tidak berfungsi, karena gurunya tidak mau mengajar lagi. Cerita Sitor bersama teman-temannya, guru mereka tak sanggub hilir mudik ke dusun mereka yang jauh dari akses jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, dari akses jalan kecamatan menuju dusun Datai harus ditempuh dengan berjalan kaki minimal 7 jam. Walau demikian sang guru mereka sempat menggantungkan foto SBY. Ketika Sitor cs ditanya soal foto itu, mereka geleng-geleng kepala. “Kami ndak tau itu gambar siapo,”ujar Sitor cs dengan polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitahu bahwa itu adalah foto Presiden, bocah yang lugu itu malah balik bertanya. “Presiden itu apo?”. Diberikan lagi penjelasan bahwa Presiden itu adalah pemimpin Republik Indonesia, Sitor cs tetap nggak mudeng. “Kami ndak tau do. Ngapo gambarnyo ada di sekolah kami pak,” lagi-lagi Sitor balik bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun ketika dijelaskan, bahwa nama Presiden adalah Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, Sitor menunduk lesu sembari tatapan matanya yang kosong melihat lantai tanah sekolahnya yang sudah dikerumini rumput hijau. “Siapa SBY itu ”. Dijelaskan sekali lagi bahwa Presiden Indonesia SBY, bocah itu tambah tak ngerti . “Presiden itu apo, SBY itu siapo lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini siapa menyalahkan siapa? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-269662600103308795?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/269662600103308795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=269662600103308795' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/269662600103308795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/269662600103308795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/maafkami-tidak-kenal-presiden-sby.html' title='Maaf..Kami Tidak Kenal Presiden SBY'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SF9j1Kyx9II/AAAAAAAAAAw/o_kQdoOD3iY/s72-c/SBY.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-841709880753266709</id><published>2008-06-21T01:29:00.000-07:00</published><updated>2008-06-21T02:17:12.698-07:00</updated><title type='text'>BOLA PANAS DI HUTAN RIAU</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFzGvOLDORI/AAAAAAAAAAo/ZH2F0Rk9Z4o/s1600-h/kayu22.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214260983148787986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFzGvOLDORI/AAAAAAAAAAo/ZH2F0Rk9Z4o/s320/kayu22.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;br /&gt;Bola panas itu bernama Hutan Riau. Kini Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jafar sebagai terdakwa dalam kasus illegal logging di pengadilan Tipokor. Bola panas itu pun kian liar seperti liarnya bola di piala Euro 2008, nabrak sana nabrak sini. Hasilnya, tiga mantan Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Riau terseret menjadi tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangkutnya mantan Kadishut ini, tentunya karena KPK membidik urusan rekomendasi izin pelapasan kawasan hutan di Kabupaten Pelalawan. Akibat izin serampangan itu, tak tanggung-tanggung negara dirugikan lebih dari Rp 1 triliun rupiah. Itu baru satu kabupaten saja, belum kabupaten lainnya yang ada di Bumi Lancang Kuning itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis lingkungan pun mendesak, agar KPK tidak hanya menjebloskan Bupati Pelalawan ke dalam penjara. Para Kadis Kehutanan juga harus segara ditangkap. Kalau para mantan Kadis sudah ditangkap, maka selanjutnya pimpinan mereka juga harus menyusul. Sebab, para mantan Kadishut Riau tidak akan berani memberikan areal konsesi kawasan hutan kalau tidak disetujui Gubernur Riau, Rusli Zainal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana terkait lagi. Bahwa izin juga ditentukan Menteri Kehutanan MS Kaban. Bola panas pun semakin liar. Kedua pejabat pemerintah itu didesak untuk segara diseret dalam kasus illegal logging di Riau.. Aktivis lingkungan berharap KPK dapat mensejajarkan status Gubernur Riau dan Menhut itu seperti Tengku Azmun Jafar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita tunggu saja keberanian KPK untuk menuntaskan kasus ini. Kalau KPK tidak menyerat para pelaku illegal logging dari yang paling dasar sampai yang paling tertinggi, berarti benar keraguan rakyat selama ini, bahwa KPK tebang pilih dalam penanganan korupsi di republik Indonesia Raya ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-841709880753266709?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/841709880753266709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=841709880753266709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/841709880753266709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/841709880753266709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/bola-panas-di-hutan-riau.html' title='BOLA PANAS DI HUTAN RIAU'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFzGvOLDORI/AAAAAAAAAAo/ZH2F0Rk9Z4o/s72-c/kayu22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3972845682351183274.post-6446711288954008101</id><published>2008-06-20T00:01:00.000-07:00</published><updated>2008-06-20T00:18:41.971-07:00</updated><title type='text'>Pembantai Gajah Sumetara di Riau</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFtZuG_9w-I/AAAAAAAAAAg/HXI3HYz93kg/s1600-h/GAJAH03[1].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213859642299237346" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFtZuG_9w-I/AAAAAAAAAAg/HXI3HYz93kg/s320/GAJAH03%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pembantaian Gajah Sumetera di Riau&lt;br /&gt;Pembantain gajah sumetara terus saja terjadi. Dalil membunuhnya pun beraneka ragam. Mulai diburu karena gadingnya punya nilai jual, sampai sang gajah dianggap hama bagi warga. Gajah selalu dipersalahkan, karena merusak perladangan serta menyerang warga. Padahal, kalau mau jujur, gajah itu tidak pernah merusak perladangan warga. Sebab, perladangan yang dibuka warga merupakan habitat gajah. Andai saja gajah dapat berbahasa manusia, mungkin dia akan balik bertanya, “Emang siapa duluan yang tinggal di hutan ini,”.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3972845682351183274-6446711288954008101?l=haidirtanjung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/feeds/6446711288954008101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3972845682351183274&amp;postID=6446711288954008101' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/6446711288954008101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3972845682351183274/posts/default/6446711288954008101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haidirtanjung.blogspot.com/2008/06/pembantai-gajah-sumetara-di-riau.html' title='Pembantai Gajah Sumetara di Riau'/><author><name>Catatan HaidirTanjung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03866255110126342479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFniUFyrtjI/AAAAAAAAAAU/yz83dS89484/S220/numpang'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_O2gj1nbDVkE/SFtZuG_9w-I/AAAAAAAAAAg/HXI3HYz93kg/s72-c/GAJAH03%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
